Seberapa besar risikonya, segitu pula izinnya.
Tingkat risiko tiap kegiatan usahamu sudah ditetapkan OSS sejak kamu mengisi permohonan. Dari situlah ketahuan apakah masih ada izin yang harus dilengkapi setelah NIB terbit. Untuk sebagian besar usaha kecil, jawabannya melegakan: tidak ada. NIB-mu sudah sekaligus izin usahamu.
Perizinan Berusaha Berbasis Risiko & PB-UMKU
Sejak OSS berbasis risiko, izin usaha tidak lagi sama untuk semua. Setiap kegiatan usaha, lewat kode KBLI dan skala usahamu, dipetakan ke satu tingkat risiko: rendah, menengah rendah, menengah tinggi, atau tinggi. Yang dinilai adalah potensi bahayanya bagi keselamatan, kesehatan, lingkungan, serta pemanfaatan sumber daya alam, bukan risiko bisnismu. Makin rendah tingkatnya, makin ringan izinnya.
Produk izinnya mengikuti tingkat itu: risiko rendah cukup NIB; menengah butuh NIB plus Sertifikat Standar; tinggi butuh NIB plus Izin. Di luar itu ada PB-UMKU, perizinan penunjang yang menempel pada kegiatan tertentu saja, seperti mengedarkan produk pangan atau ekspor. Kamu tidak memilih semua ini sendiri: sistem OSS yang menetapkannya, otomatis.
Merasa izinmu "kurang"? Cek dulu tingkat risikomu.
Banyak pelaku usaha kecil ditawari "jasa pelengkapan izin" untuk dokumen yang sebenarnya tidak ada, karena untuk risiko rendah, tidak ada izin lain setelah NIB. Sebelum membayar siapa pun, pastikan dulu kamu ada di tingkat mana.
Cara paling cepat: masukkan kode KBLI-mu ke Simulasi Perizinan Terpadu; hasilnya menampilkan tingkat risiko dan jenis izinmu, sekaligus daftar PB-UMKU yang terkait kegiatanmu.
Panduan melengkapi izinmu di OSS, langkah demi langkah
Dari membaca tingkat risiko di akun OSS-mu sampai Sertifikat Standar dan PB-UMKU terbit, layar demi layar, dengan tips agar pengajuanmu tidak tertahan.
Kenali izin berbasis risiko lebih dalam → Panduan langkah demi langkah segera hadir.Empat hal penting tentang izin berbasis risiko.
Bukan kamu yang memilih: sistem yang menetapkan
OSS membaca kode KBLI dan skala usahamu, lalu menetapkan tingkat risiko beserta jenis izinnya secara otomatis. Tugasmu bukan menebak-nebak, cukup melengkapi apa yang diminta sistem.
Risiko rendah: NIB-mu sudah izin usahamu
Sebagian besar usaha mikro dan kecil berhenti di sini. Tidak ada dokumen lain yang perlu dicari. Dan untuk UMK, NIB bahkan berlaku juga sebagai SNI dan/atau pernyataan jaminan halal.
Risiko menengah: Sertifikat Standar
Menengah rendah cukup pernyataan mandiri: terbit dari OSS dan kamu sudah boleh beroperasi. Menengah tinggi perlu diverifikasi dulu pemenuhan standarnya oleh instansi pembina, yaitu kementerian atau dinas yang membidangi usahamu. Sambil menunggu verifikasi, kamu sudah boleh memulai tahap persiapan.
PB-UMKU: kondisional, bukan opsional
Perizinan penunjang ini menempel pada kegiatan tertentu: produk yang diedarkan, gudang yang dipakai, ekspor-impor. Tidak menyentuh pemicunya berarti tidak ada yang perlu diurus; menyentuhnya berarti wajib.
Tiga yang paling sering ditanyakan
Buka akun OSS-mu: di daftar kegiatan usaha, sistem menampilkan tingkat risiko dan jenis perizinan tiap KBLI beserta statusnya. Kalau tertulis risiko rendah, NIB itulah izinmu, selesai. Mau cek tanpa login? Pakai Simulasi Perizinan Terpadu di situs ini.
Tidak. Untuk risiko menengah rendah bentuknya pernyataan mandiri yang kamu setujui sendiri di OSS, gratis dan langsung berlaku. Untuk menengah tinggi ada verifikasi dari instansi pembina; prosesnya tetap resmi lewat OSS, bukan lewat perantara berbayar.
Tidak. PB-UMKU hanya melekat pada kegiatan tertentu, misalnya SPP-IRT kalau kamu memproduksi pangan olahan rumahan, atau Tanda Daftar Gudang kalau kamu memakai gudang. Kalau kegiatan pemicunya tidak kamu lakukan, tidak ada yang perlu diurus; kalau kamu lakukan, sifatnya wajib.
Masih ada yang perlu kamu tahu tentang izin berbasis risiko.
Bagaimana persisnya sistem menentukan tingkat risikomu. Beda dua jenis Sertifikat Standar, dan kenapa yang menengah rendah boleh langsung beroperasi. Apa saja pemicu PB-UMKU, dari izin edar sampai urusan ekspor. Dan sanksi apa yang menunggu kalau izin yang wajib dibiarkan kosong.